Cucine Lube Civitanova Rebut Mahkota Raja Eropa Dari Tangan Zenit Kazan
Cucine Lube Civitanova Sukses merampas mahkota Raja Bola Voli Eropa dari tangan Zenit Kazan. Sesudah di laga Super Final Liga Champions menaklukkan juara 6x beruntun itu 3-1 (16-25, 25-15, 25-12, 25-19). Ini sekaligus juga membalas kekalahan mereka tahun kemarin di final liga Champions tahun kemarin waktu itu Cucine Lube Civitanova menyerah 3-2.
| Terbesar Jenis Permainan Judi SBOBET |
Keberhasilan Cucine Lube Civitanova ini makin memperjelas Italia untuk penguasa pertandingan bola voli antar club Eropa. Sesudah di CEV Cup satu tingkat di bawah liga Champions, Italia sukses memasangkan titel juara lewat Trentino Itas di bidang putra serta Yamamay E-Work di bidang putri, di Liga Champions kembali lagi dua titel juara diambil team Italia. Di laga awalnya Igor Gorgonzola Novara sukses merampas titel juara putrisetelah menaklukkan sama-sama wakil Italia, Imoco Volley Conegliano.
Bermain di depan 9.000 pemirsa yang memadati ajang Max-Schmeling-Halle, Berlin juara bertahan Zenit Kazan tampil yakin diri di set pembuka. Duet Earvin Ngapeth serta Matthew Anderson tampil cemerlang membombardir wakil Italia. 25-16 set pertama usai score 1-0 untuk si juara bertahan.
Di set ke-2, Cucine Lube sukses bangun. Trio Kuba Osmany Juantorena, Yoandy Leal serta Roberlandy Simon tampil cemerlang menepis beberapa serangan yang dilancarkan wakil Rusia. Pada akhirnya, set ke-2 wakil Italia sukses memberikan desakan pada juara bertahan dengan tutup set ke-2 25-15.
Set ke-3 kembali lagi trio blok dari Kuba sukses mementahkan taktik gempuran Zenit Kazan. Sampai membuat Earvin Ngapeth dkk frustrasi. Tsvetan Sokolov benar-benar gampang mendulang point untuk point tinggalkan Zenit Kazan dengan beda point benar-benar jauh, 25 berbanding 12.
Set ke-4 Zenit Kazan bangkit kembali, tetapi keyakinan diri Cucine Lube Civitanova sudah capai puncaknya. Gempuran tajam Matt Anderson ditanggapi langsung oleh Osmany Juantorena. Kecerdikan Setter asal Brasil, Bruno Rezende berperanan penting dalam pemburuan point set ke-4 ini. Pada akhirnya Cucine Lube Civitanova akhiri laga di set ke-4 dengan score 25-19.
"Malam hari ini benar-benar mengagumkan. Liga Champions ialah pertandingan yang benar-benar susah. Kami mengawali pertandingan pada musim ini dengan kurang baik. Kami tidak berhasil capai final kejuaraan dunia serta piala Italia. Tetapi kami terus mengoreksi diri serta tingkatkan latihan kami. Saya benar-benar bangga dengan team ini, pada akhirnya kami sukses memenangi gelar yang mengagumkan ini." Kata Bruno Rezende, Setter Cucine Lube Civitanova asal Brasil sesudah laga.
Ini ialah gelar ke-2 buat Cucine Lube Civitanova di liga Champions Eropa awalnya mereka sukses membawa trofi liga Champions tahun 2002. Pada tahun ini untuk juara Cucine Lube Civitanova memiliki hak kantongi hadiah sejumlah 400 ribu Euro. Sedang Zenit Kazan Runner-up mendapatkan hadiah sebesar 200 ribu Euro.
