Cha Bum-kun - Korea Selatan



Cha Bum-kun, lahir 22 Mei 1953, ialah manager serta bekas pemain sepak bola Korea Selatan, dipanggil Tscha Bum atau "Cha Boom" di Jerman sebab namanya serta kekuatannya memukul bola yang keras. [4] Cha dengan cara luas dipandang seperti salah satunya pemain sepak bola Asia paling besar selama hidup oleh beberapa pakar, termasuk juga IFFHS serta ESPN.


Di tahun 1972, Cha sudah dibatasi oleh timnas Korea Selatan untuk pemain termuda dalam riwayat dipanggil ke tim. Ia ialah pembuat gol paling banyak selama hidup untuk timnas Korea Selatan dengan 58 gol serta memenangi Asian Games 1978. [1] Dia pemain termuda yang sempat capai 100 caps di dunia dalam 24 tahun serta 139 hari. [7] Sesudah bertumbuh jadi pemain teratas di negaranya, dia pergi ke Jerman Barat serta bermain untuk Eintracht Frankfurt serta Bayer Leverkusen.

Ia cetak 121 gol di dua club Bundesliga serta memenangi Piala UEFA dengan semasing team. [8] Ia mengawali klinik sepakbola anak muda untuk meningkatkan sepakbola Korea Selatan sesudah pensiun. Ia mengurus timnas di Piala Dunia FIFA 1998 dan Ulsan Hyundai serta Suwon Samsung Bluewings dari K League.

Cha bermain untuk penyerang di Bundesliga tapi awalannya bermain untuk winger di Korea Selatan. [28] Dia jadi pemain internasional U-20 Korea Selatan di tahun 1970 serta berperan serta dalam Kejuaraan Pemuda AFC 1971 serta 1972. [2] [3] Dalam Piala Asia AFC 1972, dia lakukan kiprah internasional seniornya pada umur 18 menantang Irak serta cetak gol internasional pertama kalinya menantang Republik Khmer. [1] Dia dikukuhkan dalam XI Sepak Bola Korea Paling baik semasa tujuh tahun beruntun serta dipilih untuk Pemain Sepakbola Korea Tahun 1973. [29]

Cha umumnya bermain untuk timnas di Piala Korea, Melayu Pestabola Merdeka serta Piala Raja Thailand yang tiap tahun diperebutkan oleh beberapa negara Asia di saat itu. Dalam Pestabola Merdeka 1975, dia cetak hat-trick internasional pertama kalinya menantang Jepang. [1] Di Piala Korea 1976, dia cetak hat-trick menegangkan semasa lima menit menantang Malaysia serta pimpin hasil seimbang 4–4 team. [30] Dia memenangi sepuluh piala dengan 75 performa serta 43 gol dalam tiga pertandingan. [1] Dalam kwalifikasi Piala Dunia FIFA 1978 dia tampil di semua dua belas laga serta menulis 5 gol serta dua assist, [31] [32] walau lututnya mendidih semasa pertandingan. [33] Tetapi, Korea Selatan tidak berhasil maju ke Piala Dunia dengan finish untuk runner-up di kwalifikasi walau kesusahan. Dalam Asian Games 1978, dia berperan untuk medali emas team dengan merekam 2 gol serta dua assist, [34] [35] tapi terima kritikan sebab permainannya yang malu-malu. [36] Sesudah Asian Games 1978, dia ke Bundesliga serta tidak bermain untuk Korea Selatan. Kompetisi internasional terakhir kalinya ialah final Piala Dunia FIFA 1986 di Meksiko, performa pertama Korea Selatan semenjak 1954. Ia memperlihatkan performa yang pantas dicontoh dalam penahanan intens tapi tidak menahan team tersisih di kompetisi.

Popular posts from this blog

Makoto Hasebe - Jepang

triclosan banned in soaps